Thursday, May 17, 2018

JSI PUBLISHING (TINGKAT NASIONAL)

SENJA YANG TAK DIRINDUKAN  
(Oleh: Titik Rahayu)

Kala itu, fajar tiba siap menoreh rangkaian mimpiku
Kau memerih melepaskan raga mungilku
Pergi tertatih begitu berat bagiku
Namun demi satu harapan, bagian dari irisan hidupku
Tak gentar, tak menawar itulah pilihanku....
Pasrah disambut ikhtiar menjadi tawakalku pada-Nya
Usiaku kini t’lah menginjak ¼ abad
Jari-jemari yang dulunya halus saat melepaskan tanganku
Kini t’lah berubah....
Tanpa sadar jemari itu telah lemah menggenggam
Ibu...
Betapa jauh ambang memisahkan kita
Begitu lama secarik raga terlerai bersama
Kini, ragamu tak lagi seelok dulu
Mahkotamu yang dulu hitam, sekarang tampak berubah putih
Namun sinarmu tetap terpancar indah merona
Oh ....Ibu
Kuingin senja menebar sayap cerita
Namun bagiku senja tak bersahaja seperti fajar
Berkalung mendung, mengulum senyum
Ibu... waktu senjamu tak kurindukan
Karenanya ku tak mampu mengitar waktu dalam dekapanmu
Hilang....sirna...tertelan oleh senja itu
Bagiku, Ibu bagaikan mutiara
Mutiara yang jauh, namun tak ternilai harganya
Meski jauh, secebis hati selalu dieratkan doa pada-Nya
Ibu...
Kumencintaimu karena Allah
Wanita shalihah, yang anggun namun tak lemah
Yang mempesona namun tetap bersahaja
 

                                                                                                                      Salam rindu, anakmu

Hentian Kajang, 26 Mei 2018 
Dibukukan oleh JSI Publisher  



No comments:

Post a Comment

HYUI PUBLISHING (TINGKAT NASIONAL)

“HASRAT AGUNG UNTUK BERSUA ” (Oleh: Titik Rahayu) Tersadar, Ramadhan silam aku begitu sombong di atas bumi-Mu Melupakan-Mu, ...