SENJA YANG TAK DIRINDUKAN
(Oleh: Titik Rahayu)
Kala itu, fajar tiba siap menoreh rangkaian
mimpiku
Kau memerih melepaskan raga
mungilku
Pergi tertatih begitu berat bagiku
Namun demi satu harapan, bagian
dari irisan hidupku
Tak gentar, tak menawar itulah pilihanku....
Pasrah disambut ikhtiar menjadi tawakalku
pada-Nya
Usiaku kini t’lah menginjak ¼ abad
Jari-jemari yang dulunya halus saat
melepaskan tanganku
Kini t’lah berubah....
Tanpa sadar jemari itu telah lemah menggenggam
Ibu...
Betapa jauh ambang memisahkan kita
Begitu
lama secarik raga terlerai bersama
Kini, ragamu tak lagi seelok dulu
Mahkotamu
yang dulu hitam, sekarang tampak berubah putih
Namun
sinarmu tetap terpancar indah merona
Oh
....Ibu
Kuingin senja
menebar sayap cerita
Namun bagiku senja tak bersahaja seperti
fajar
Berkalung
mendung, mengulum senyum
Ibu... waktu senjamu tak kurindukan
Karenanya ku tak mampu mengitar
waktu dalam dekapanmu
Hilang....sirna...tertelan oleh senja
itu
Bagiku, Ibu bagaikan mutiara
Mutiara yang jauh, namun tak ternilai
harganya
Meski jauh, secebis hati selalu
dieratkan doa pada-Nya
Ibu...
Kumencintaimu karena Allah
Wanita shalihah, yang anggun namun
tak lemah
Yang mempesona namun tetap
bersahaja
(Oleh: Titik Rahayu)
Kala itu, fajar tiba siap menoreh rangkaian mimpiku

No comments:
Post a Comment